ClubSex21: Ketagihan Diperkosa


ClubSex21 : Minggu minggu ini banyak terjadi kemalingan masuk keperumahan yang kami tempati, karena was was kalau terjadi kemalingan yang sebelum belumnya maka komplek perumahan mengadakan ronda malam atau menyewa penjaga malam, kebetulan ada 2 dua yang kosong katanya sering dotempati sebagai tempat persembunyian perampok.
 Ketagihan Di Perkosa

Malam itu aku terkena influenza berat karena kehujanan sepanjang siang.“Aku masih menyiapkan makanan untuk penjaga malam, mas….!!”, kata istriku yang berpostur tubuh mungil
dengan tinggi 155 cm, berwajah menarik seperti bintang Film Mandarin, meskipun kulitnya agak sawo
matang dengan rambut pendek, sehingga tampak lebih muda dari usianya yang menginjak 40 tahun.

Malam itu udara sangat panas sehingga dia hanya memakai daster yang lumayan tipis, sehingga
memperlihatkan bentuk tubuhnya, utamanya pantat bahenol nya yang empuk itu yang bergoyang saat
berjalan.
Walaupun perutnya tidak ramping lagi, karena sudah dua kali mengandung dan model dasternya berkancing
di depan sehingga payudara biarpun tidak besar, tapi padat berisi, yang berukuran 34C agak tersembul
dan kedua puting susu nya tampak menonjol dari balik dasternya karena memang dia kalau dirumah hanya
memakai camisole tipis saja.Walaupun perutnya tidak ramping lagi, karena sudah dua kali mengandung dan model dasternya berkancing
di depan sehingga payudara biarpun tidak besar, tapi padat berisi, yang berukuran 34C agak tersembul
dan kedua puting susu nya tampak menonjol dari balik dasternya karena memang dia kalau dirumah hanya
memakai camisole tipis saja.“Sudah pukul sepuluh kok belum datang, ya ..!”, dia bergumam sendiri karena mengira aku sudah tertidur.
Beberapa saat kemudian kudengar dua orang bercakap-cakap di luar dan mengetuk pintu rumah pelan.
Istriku yang rebahan di sampingkupun bangkit dan entah tersadar atau tidak istriku membetulkan
rambutnya dan memoles bibirnya sehingga bibirnya semakin merah.

“Lho ????”, gumannya pelan ketika tersadar dia memoles bibirnya, tapi karena penjaga malam itu terus
mengetuk pintu, dia pun tak jadi membersihkan bibirnya yang merah merangsang itu.
“Malam, Bu Yati…!”, terdengar suara seseorang dan aku mengerti kalau suara itu adalah Pak Deran dan
istriku sudah dikenal oleh dua orang petugas jaga tersebut karena sering istriku pulang malam seusai
mengajar di kampusnya.
“Masuk dulu Pak Deran..!”, terdengar istriku mempersilahkan penjaga malam itu masuk, sementara
kudengar bunyi halilintar yang cukup keras dan hujan tiba-tiba turun dengan derasnya.
“Wah hujan ? saya sama Pak Towadi, Bu Yati..!” katanya.
“Nggak apa-apa,… masuk saja … lagian hujan deras, pak….!” kata istriku.
“Selamat malam, Bu Yati..!” kudengar Pak Towadi memberi salam pada istriku.
“Sebentar tak buatkan kopi ..!” kata istriku, kemudian kudengar istriku berjalan menuju dapur di
belakang rumah.
“Di, lihat kamu ngga?!” terdengar suara bisikan Pak Deran,
“Kamu kacau, Ran?!” balasan suara bisikan Pak Towadi.
“Kamu lihat, enggak..?” suara Pak Deran lagi,
“Iya, Ran muncul…., kayak penghapus ?” kata Pak Towadi,
Rupanya mereka berbisik-bisik mengenai puting susu istriku yang menonjol di balik dasternya, karena
malam itu istriku hanya mengenakan camisole di balik dasternya.
“Pantatnya bahenol, lagi….,” lanjut bisikan Pak Deran,
“Hus istri orang itu, Ran..!” kata Pak Towadi,
“Eeh, ini malam Jum’at, kan..? Pas kuat-kuatnya ilmuku hi hi?!!!” kudengar Pak Deran tertawa ditahan pelan,
“Dicoba aja.., yok…, siapa tahu Bu Yati mau…!” kata Pak Deran.
Kuingat Pak Towadi orangnya hitam agak tinggi dengan badan kekar dan Pak Deran orangnya tambun pendek,
keduanya berumur 50 tahunan lebih, aku bergidik juga mendengar perkataan mereka mengenai istriku tadi.
Mereka penduduk asli daerah itu, terkenal sangat doyan dengan perempuan, bahkan mereka pernah
bercerita saat aku jaga malam, kalau pernah membuat pedagang jamu yang bertubuh bahenol, yang sering keliling dua minggu sekali di daerah tempat tinggalku.
Pernah dibuat hampir tak dapat berjalan karena digilir mereka berdua, dimana saat itu pedagang jamu
itu masih perawan dan sampai saat bercerita malam itu, pedagang jamu itu masih sering meminta kepada mereka berdua untuk menggilirnya.
Biarpun sekarang sudah bersuami, katanya tak pernah puas dengan suaminya yang masih muda, bahkan pedagang jamu itu pernah meminta mereka berdua datang ke rumahnya.
“Kalau sudah kena punya kami, pak, …. Waahhh…perempuan pasti malas dengan suaminya dan?..suaminya tak berkutik kalau kami ada, dan membiarkan kami tidur bersama istrinya dalam satu kamar bersama suaminya”, kata Pak Deran terkekeh kekeh malam itu.
Kemudian kudengar suara bisikan mereka lagi….. “Kamu jangan ngaco, Ran.
Sudah nanti kelewatan?!” kata Pak Towadi
“Keris pusakaku.. ku bawa.. Di…. Ini ..he he he ?!” kata Pak Deran,
“kamu jangan, gitu Ran…, orangnya lagian baik…, kasihan suaminya nanti, pinginnya sama kamu aja nanti
.. !!” suara Pak Kardi lagi.
Karena perasaanku nggak enak akhirnya kuputuskan untuk keluar dan mereka berdua terlihat kaget
melihatku, tapi Pak Deran yang membawa keris langsung mencabut kerisnya dan langsung mengarahkan
kerisnya padaku dan tiba-tiba gelap menyelimutiku.
Kemudian aku terjaga dan kudapati diriku di tempat tidur kembali, kutoleh pintu kamarku dan kusen
kamar dan lantai pintu kulihat seperti membara.
“Eeeecch ?….eeeeccchhh. …eeeeecccchhhh …..!!!! ”
Kudengar desis istriku dan akupun turun, tubuhku terasa lemas sehingga aku merangkak mendekati pintu
kamar dan…… seperti terkena listrik beribu ribu volt saat tanganku memegang kunci kamarku hingga aku
tersengkur makin lemas seperti karung bersimpuh di depan pintu kamar yang sedikit terbuka itu.
Aku tak percaya melihat di ruang tamu dari pintu kamar yang terbuka sedikit itu, kulihat istriku
berdiri di depan Pak Deran yang membawa selongsong keris sebesar batang kemaluan orang dewasa lebih
besar dari lampu TL 40 watt yang ujungnya di arahkan kepada istriku yang berdiri.
Sedangkan tangan yang satunya seolah memelintir di ujung lainnya yang berbentuk huruf U memanjang itu.
Kedua tangan Pak Deran kini memegang pangkal keris yang melengkung itu dan kedua jarinya memelintir
ujung nya dan kulihat istriku yang berdiri, tubuhnya bergetas dan kembali mendesis
“Heeeggghhh ?..oooooohhhhhhh. ……ooooooohhh hhhhh…. ..!!!!!” Pak Deran bukan lagi seperti memelintir
tapi menarik narik kedua ujung keris berbentuk U itu dan terlihat istriku membusungkan dadanya seperti
kedua puting susu nya tertarik ke depan.
“Mmm heeeggggh ?..aaaaaaa… .aaaaduuuuuhhhhh h……!! !!!” istriku mendesis panjang dan Pak Deran langsung
mengulum salah satu ujung U itu dan …. “Paaak ?.paaakkkk… .jaa…jaaangaaa annnnn ?.paaakkkkk.. ….!!!!!
” suara desis istriku memelas dan tangan kanan istriku secara refleks memegang payudara kanannya,
istriku mendesis-desis kembali….. “Ummmppff?. Paakkkk….. jaaa….jaaaaang aaaannnn ? paaaakkkk ?..!!!!”
istriku mendesis.
Tangan kanan Pak Deran memelintir ujung satunya dan istriku pun memegang kedua payudaranya kembali
yang masih terbungkus daster dan camisole nya itu.
“EEecccchhhhhhhgggg hhhhh ??!!!!!!!” istriku mendesah lagi saat Pak Deran memutar selongsong kerisnya
sehingga pangkal keris berbentuk U itu berdiri.
Sementara jari-jari tangan kanannya mengelus-elus pinggiran lubang keris itu dan kulihat pantat
bahenol istriku pun bergetar dengan hebat. Pak Deran semakin cepat mengelus dan bahkan menggosok
lubang keris itu dan istriku pun mengerang-erang
“Paaakk ? paaakkk….suuu. ..suuuuddaaaaahh ? paaakkk ?jangaaan diteruuuuskaaaaan ?.eeeecchghghghghghg h
??.!!!!!”, sementara pantatnya pun bergetar hebat dan kedua tangan istriku memegang pantat bahenol nya
yang bergetar hebat saat Pak Deran menjilati lubang keris itu dan pantat bahenol istriku meliuk liuk
tak karuan.

 Ketagihan Di Perkosa
Kedua tangannya meramas pantat bahenol nya sendiri yang mulai maju mundur saat Pak Deran menyedot
nyedot lubang keris itu dan bahkan lidah Pak Deran menjilati lubang itu dan…..
“Mmmppfffhhh hghghghgghghg ?.” istriku semakin keras mendesis desis, selangkangan nya terangkat angkat
dan mendekati ujung selongsong keris ysng tengah disedot sedot dan dijilati lubangnya oleh Pak Deran.
`Paaaak ? sudddaaaah ngngngngngngng hhhheeeghghghghgh??!!!” istriku mendesis kedua matanya tertutup
dan selangkangan nya tertarik ke depan hingga selangkangan nya kini mengesek ngesek sarung keris itu.
“Suudddaaaaah paaaak jangaaaaan sudaaah eeeeechghghghg ?.!!!!” istriku terus mendesis desis. Kemudian
Pak Deran menghentikan aksinya.
“Diii… , elus lubang kerisku ?!!!” kata Pak Deran kepada Pak Towadi yang dari tadi bengong, sementara
di pangkal selangkangan nya sudah menggelembung menunjukkan batang kemaluan nya sudah berdiri tegang.
Pak Towadi langsung mengelus lubang keris Pak Deran dan kembali…. “Eeeeee….. eeeeee… .eeeeehhhhh.
….eeeecccchhhg hghghg?..! !!!!” istriku mendesis.
“Enak Bu Yati….?” tanya Pak Deran yang berdiri dihadapannya dan selangkangan istriku masih menempel di
sarung keris itu.
Istriku ngga menjawab, diam saja……
 Ketagihan Di Perkosa
“Ooooo.. kurang enak rupanya?!!!” kata Pak Deran kemudian…. .. “Jaaa….jaaaangaaa nnnn….. , paaakkkk….
..!!!!” rintih istriku memelas,
“Singkap dastermu, Buuuu……! !!!” perintahnya.
“Paaak …..oooohhhhhh. …jaaa.. ..jaaangaaannn ….paakkkk. …..!!!! ” istriku menghiba. “Ayooo .. nggak
usah malu Buuu…. atau biar dia yang mencari jalannya sendiri?!” kata Pak Deran.
Seperti diperintah sarung keris itupun menempel di selangkangan istriku saat Pak Deran melepasnya
dan….
“Paak ….jaaa…jaaangaa nnnn…paaaakkkk ?.!!!!” desis istriku saat sarung itu mulai menggosok
selangkangannya kembali, sehingga pantatnya pun bergetar kembali.
“Dii ?malam ini kita nonton dulu ? biar Mbah Gandul yang nyebokin Bu Yati, malam ini punya dia?lihat
Dii ? Bu Yati menaikkan dasternya ? rupanya dia sudah kebelet….” Kulihat istriku mendesis-desis dan
mengelinjang, sementara kedua tangannya memegang pantat nya sendiri dan menarik ke atas dasternya
pelan-pelan, sehingga mulai tersingkap paha mulusnya.
Semakin lama pantatnya semakin bergetar cepat dan selangkangannya maju mundur oleh gosokan sarung
keris yang di sebut Pak Deran, Mbah Gandul itu.
Begitu dasternya tersingkap sampai pangkal pahanya, Mbah Gandul langsung menyusup ke selangkangan
istriku dan ….. “Mmmmmmpppfff ..eeecchhhh ?..bessaaaar ??oooooohhhhhh. ….!!!” desis panjang istriku.
“Sudah, Di , kita keluar biar Bu Yati malam ini milik Mbah Gandul?!!!” kata Pa Deran.
“Bu Yati, titip Mbah Gandul yaa, selamat menikmati, besok baru kami,… Oh… ya…., besok kan ibu pulang
malam?.nggak usah pake BH dan celana dalam ya kalau pulang, nanti dibungkus dan serahkan ke saya di
pos kalau pulang? biar lebih enak ?he he he….!!! ” kata Pak Deran sambil meremas payudara istriku yang
berdiri tak berkutik dengan kedua kakinya yang terkangkang. Merekapun keluar meninggalkan istriku yang
terbengong.
“Mmmpppff ….oooohhhhh. …beee.. ..besaaar ?aaamaaatttt. …!!!!” rintihnya saat kedua orang itu telah
pergi. Istriku pun berusaha duduk di kursi panjang dan rupanya dia berusaha menarik sarung keris itu
keluar tapi…..
“Mbaaaah uummppfff oooooohhh… aaammmmpuuunnn. ..mmmbaaaahhh. …. ?..!!!” istriku mendesis keras.
“ooocch masuukkk ke daalaaam eeeccchh gilaaa uummpppfff heeecchhh gilaaa ?uuuccch geliiii aaaccch
koook giniiii rasanyaaaaa uumppppccchh ennnnaaaaakkkkckccc hhhh??!!!” dan kulihat istriku mencengkeram
erat sandaran kursi dan pantat nya bergetar keras maju mundur di tempat duduknya dan goyangan
pantatnya semakin kencang, sementara keringatnya memebanjir dan nafasnya terengah engah
“Eccchhhghghghg mbaaaaah Gaaanduuull ?. akuuuu keluaaaaar ?.!!!” istriku mengerang saat mencapai
orgasme malam itu.
Tubuhnya tersungkur miring di kursi panjang dan beberapa saat kemudian kaki nya terkangkang lebar dan
tubuhnya bertumpu di kedua tangannya melihat selangkangan nya yang digarap Mbah Gandul kembali itu.
Kembali pantatnya bergoyang sementara mulutnya mendesis-desis kenikmatan dan nafasnya memburu keras
dan….
“Mbaaah…mmmbbaahh hhh…… ..aaaa… aaaakkuuuuu. .keee…keeeelua aaar lagiiiii ?.!!!!” dia mengerang saat
mencapai orgasme keduanya dan pantat nya tersentak-sentak. Kemudian dia duduk kembali dan berusaha
berdiri dan berjalan menuju kamar, akupun cepat-cepat rebahan di tempat tidur….
“Mas…maaasss. … bangun,….mass. …!!!!” panggil istriku
“Kamu kelihatanya kok kumal dik, tadi… ku dengar ribut-ribut diluar…..! !!”
“Maas ?!!!!!” kata istriku tersipu-sipu, sambil memelukku..
Selang seminggu kemudian, kembali Pak Deran dan Pak Towari mendapat giliran tugas jaga Dan seperti
kebiasaan yang lalu-lalu, mereka pasti akan mampir kerumahku dengan alasan untuk minum kopi.
Sudah sejak jam 7 malam aku masuk kekamar, dengan pura-pura badan merasa ngga enak. Begitulah kira-
kira jam 9 malam, terdengar ketukan pada pintu depan dan terdengar istriku yang masih nonton TV
diruang tamu membuka pintu depan dan terdengar suara Pa Towari dan Pak Deran…
“Selamat bu Yati…. apa bapak masih bangun…?”
“Ohh…bapak ngga enak badan dan sudah masuk tidur sejak jam 7 tadi…!!!” terdengar sahutan istriku…..
“Oooo…maaf mengganggu, tapi saya hanya mampir sebentar untuk mengambil kopi saja…!!” “Kalau begitu
silakan duduk dulu, saya akan menyediakan kopi didapur…!” sahut istriku lagi, sambil berjalan masuk
kedalam.
Sesaat kemudian kudengar suara langkah kaki menyusul istriku kedapur dan…
“Bu Yati, nggak bilang suami ibu kan mengenai kejadian yang lalu…. ?..!!!” terdengar suara Pak Towadi.
Tak terdengar suara jawaban dari istriku.
Tak selang kemudian terdengar suara ribut-ribut tertahan dari arah dapur dan…….
“Ooooohhhh.. ..jangan. …Jangaan paak ?!!!!!” terdengar suara menghiba
“Kenapa, Bu Yati…? diam saja bu….ntar juga pasti enak kok….!!!” suara Pa Towari kembali.
“Jangan pak, ampuun paaak ?.!!!” istriku semakin menghiba, kayaknya Pak Towadi semakin mendesaknya,
kemudian dengan mengendap-edapa aku turun dari tempat tidur dan mengintip dari celah-celah pintu
kamar…. dan….terlihat dengan cepat Pak Towadi melompat dan berdiri diantara kedua kaki istriku yang
terkangkang lebar, saat istriku akan mengatupkan kedua kakinya.
“Tutup selambunya, Ran…!!!” kata nya ke Pak Deran, dan Pak Deran langsung menutup selambu dan pintu
rumah. “Ayo?emut kontolku Bu Yati..” kata Pak Towadi tiba-tiba sambil mengeluarkan penisnya yang agak
kecil lemas tapi panjang berbintil- bintil seperti buah pace mendekati mulut istriku.
“Jaaa….jaaangaann nn paaak?.aaampun paaak ??!!!!” istriku terisak sambil memegang pergelangan tangan
Pak Towadi yang menyambak rambutnya dan pantat Pak Towadi maju dan batang kemaluannya yang panjang
berbintil-bintil semakin dekat dengan mulut istriku.Cerita Sex Hot
“Lepas rambut saya paaak…!!!” isak istriku dan Pak Towadi melepas jambakannya dan istriku membuka
mulutnya yang sudah dekat dengan penis Pak Towadi dan istriku mengulum penis berbintil Pak Towadi.
“Sedot Bu Yati ?.wwwuhhh Raan Bu Yati pinter nyedot kontolku ?!!!” kata Pak Towadi ke Pak Deran yang
juga mendekati istriku dan “Sudaaah nanti biar Bu Yati sendiri…!! !” katanya, aku tak mengerti maksud
kata-kata Pak Deran.
Kemudian Pak Towadi mencabut penis berbintilnya dari mulut istriku dan mendorong istriku untuk duduk
dibangku panjang yang ada di dapur, sementara dia duduk di kiri istriku, sedang Pak Deran dikanan
istriku.
“Bu Yati? gosok punyakmu sendiri ?!!” kata Pak Deran sambil memegang tangan kanan istriku ke
selangkangan nya sendiri.
“Ayooo ?.!!!” kata Pak Deran lirihdan mulailah istriku masturbasi menggosok dan mengocok bibir
vaginanya sendiri sampai akhirnya bunyi kecepak terdengar dari selangkangannya. ..
“Itilmu Bu Yati…!!!” kata Pak Deran dan istriku mengerang sendiri saat memepermainkan kelentiitnya.
“Paaak ?!!!!’ istriku mendesis
“Kenapa, Bu Yati…?” tanya Pak Towadi “Paaaak ?.!’ istriku hanya mendesis
“Ran Bu Yati mulai naik niih…. ,!!!” kata Pak Towadi dan Pak Deran pun berdiri dan menuju pintu dan
membukanya dan masuk kembali memegang tali dan betapa terkejutnya aku saat Pak Deran menarik Tarzan.
Kontol herdernya yang setia, yang selalu menemani mereka jaga. Istrikupun terkejut sepertiku dan Pak
Deran mengunci pintu kembali dan Pak Towadi memegang istriku yang akan lari.
“Diaam ?” bentak Pak Towadi “Jangaan paaak ?..” istriku akan mengatupkan kakinya tapi Pak Deran sudah
berdiri di depan istriku dan menahan kaki istriku dan Tarzan.
Langsung menyusup di antara kaki Pak Deran yang menahan kaki istriku dan “Aaaaaauuuuwwwwwww. ……Paaaak
?..!!!!” suara istriku mengerang saat selangkangan nya yang gundul dijilati Tarzan.
Rupanya si Tarzan sudah terlatih merangsang wanita karena istriku memegang pinggang Pak Deran yang
berdiri di depan istriku menahan agar kaki istriku tetap terkangkang lebar
“Eeeccch eeh eeeeeecchchh ?..wwwuuucccggghhh paaaaak aaaahhcchhchchc ?”
istriku mengerang ddan mendesis keras karena jilatan Tarzan di selangkangan nya.
“Gimana Ibu Yati? Enak Ibu Yati?” kata Pak Deran terkekeh kekeh
“Paaak ampuuunn adduuuuuuccch aaduuucchh mmmppfsss paaaakkkkzzzzz ? eeh eeh eeeh eh eh?.paakk akuuu
wwwwwwuucccch ngngngngngng? ..’ istriku mengerang keras dan memegang erat pinggang Pak Deran sedangkan
pantat bahenol terangakt angkat saat orgasme ketiganya malam itu meledak dan Tarzan dengan ganasnya
terus merangsang kelentit.
Jangan Lupa Baca Juga : Ngentot SPG Pertamina

Bibir vagina istriku dan hanya terpaut beberapa menit istriku mengerang kembali saat mencapai
orgasmenya yang ke empat dan tubuh istriku pun terjatuh di kursi nafasnya mendengus dengus keringatnya
mengalir deras tetapi Tarzan
Kontol herder itu terus merangsang istriku dengan jilatan jilatan mautnya di bibir vagina istriku dan
kelentit istriku dan istriku pun mengejang dan mengerang kembali saat oergasmenya ke lima meledak.
Tubuh istriku benar benar lunglai dan Pak Deran membalikkan tubuh istriku yang terkapar di kursi
panjang dan menarik kedua kaki istriku yang tertelungkup di lantai dan bertumpu di kedua lututnya
sehingga istriku menungging dan Tarzan rupanya sudah siap dan batang kemaluannnya yang merah sudah
membesar dan menegang langsung melompat di punggung istriku dan Pak Towadi mengarahkan batang kemaluan
Tarzan ke liang vagina istriku.
 KetuaPoker88
Cerita yang di sajikan oleh Clubsex21  pasti serukan”…,Jangan lupa kunjungin situs ini terus ya guys…,karena Clubsex21 akan terus membagikan cerita yang lebih seru pastinya”…,Terima kasih untuk para pecinta seks dan pengunjung lainnya semoga puas Dan Sukses Selalu.Salam Clubsex21.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*